Kaya's Transformation: The Uphill Climb to Tranquility.

·

Published 4/3/2023
cover image

"Gue gak mau ikut kaya, gue lebih suka nyariin duit di tempat sendiri!"

"Kenapa? Kaya kan cuma beberapa jam per hari... kekamar mandi doang..." ucap teman sekampus yang mengajak saya untuk mengikuti program "kerja keras".

Saya tahu itu, tapi saya gak terima. Saya ingat dulu ketika mama suruh saya jadi guru di sebuah sekolah. Saya sangat senang karena kerja itu cuma beberapa jam per minggu, tapi uangnya lumayan juga. Bisa separo tabungan setahun sama istri saya. Tapi setelah menerima bayaran, ternyata dibuatnya adalah berdasarkan waktu kerja, bukan hasil kerja. Jadi kalo kurang aktif, kurang banyak pelajar yang dateng, bayarannya turun drastis. Tapi kalo gede-gede acara, bayarnya naik drastis juga...

Kaya kan kan kan kan kan kan kan kan kan kan kan kan kan kan kan kan kan kan kan kan kan kan kaya...

Akhirnya saya putuskan ngikutin perintahnya. Mau tak mau harus ikut. Tertawa terpaksa saat teman bilang "mau pegang tombol instagram aja sukses banget", sampe pusing hati aneh gitu deh masalahnya.

Pagi hari pertama di salah satu toko rokok di sekitar area universitas, temenku bilang "iya ga usah gelisah loh, biar gue yang manggil". Aku cuma diam dan peluk tangannya saja. Dia bilang "gak usah takut, sampai jam 8 udah mulai berjualan" dan memandangku dengan senyum mengejek "dasar stresss!!!".

Saat itulah aku mulai merasa stresss banget. Apalagi ketika jam 8 tepat muncul sosok Kaya! Dalam hati saya berteriak: "Fuck you! Fuck you! Fuck you! Fuck you! Fuck you! Fuck you! Fuck you! Fuck you!" Kaya mendekati meja yang disewakan oleh temanku, pas nyampe di meja itu langsung nyanyi riang: "Ngapain lo di sini?". Temanku tersenyum manis dan bilang "Keren!". Aku diam terpaku denger jawabannya yang sama riang "Iya... seruuuuuussss!". Kaya tertawa dan langsung bertanya: "Jadi siapa lo?" Temanku langsung berkata: "Anita!" Dengan gayanya yang aneh kaya langsung protes: "Anita? Gila lo.. Anita cuma artis B2B yaa!! Gimana mungkin baru SMU bisa punya nama sendiri?". Dengan gayanya yang aneh temanku bilang: "Iya.. iya ya.. KAYA!! Masih ada gak ya?" Kaya tertawa lagi dan bilang: "... adaaaa...". Temanku segera mengatakan dengan gayanya yang aneh lagi "Tapi lo udah punya berapa banyak follower disitu?" Diambilnya smartphone milik Kaya dan diputarnya ke layar depan. Jam 8:01 WIB silau matahari pagi itulah terlihat sebuah angka besar berwarna biru menghiasi layar putih milik smartphone milik Kaya: 49815!. Ga sabar dia langsung nilai angka itu dengan 50000+. Temanku langsung memarahinya dengan gayanya yang aneh lagi "Lo serius? Gimana bisa dapet 49815 orang? Siapa fans lo sih???"

Kembali aku merasa shock setengah mati dibuatnya teriakkan panjang melengking pada ranjangku saat ini. Dia bilang 49815 orangs! 49815 orang! Tidak ada yang lebih serius dibandingkan dirinya sendiri sedunia!!! Dan aku sempat pingsan saat harus mengetahuinya... ia sang sungguh tidak peduli dengan kehidupan mereka semua... atau apalagi satu angka telah membunuh hidup 424803 orangs lebih bagiku. Dan akhirnya aku sadar kalau aku adalah satu di antara mereka...

Akhirnya saya ikut program ini setengah hati setengah bedebel... wkwkwkwwwwwwwwwwwww....



Share this story

Disclaimer

This is a work of fiction, assisted by artificial intelligence. Any names or characters, businesses or places, events or incidents, are fictitious. Any resemblance to actual persons, living or dead, or actual events is purely coincidental.

Content Removal Policy

  • Users may report content that may be illegal or violates our Standards.
  • All reported complaints will be reviewed and resolved within seven business days.
  • Review Process: Our team will assess the reported content against our guidelines.
  • Appeals: If you disagree with a decision, you may appeal within 14 days of notification.
  • Potential outcomes include: content removal, account warning, or no action if no violation is found.

To report content, email us at [email protected]